ASSEMBLER
2.1. Element dari Bahasa Pemrograman Assembler
Bahasa assembly dikategorikan sebagai bahasa tingkat rendah (low level languange). Ini untuk menggambarkan kekhususannya sebagai bahasa yang berorientasi pada machine dependent. Untuk membandingkan bahasa mesin dan bahasa assembly, kita dapat melihatnya dari tiga karakteristik berikut :
1. Mnemonic operation code. Sebagai pengganti numeric operation code (opcodes) yang digunakan pada bahasa mesin, digunakankanlah mnemonic code pada bahasa assembly. Selain kemudahan dalam penulisannya dibandingkan dari bahasa mesin juga mendukung pelacakan kesalahan seperti kesalahan penulisan operation code. Gambar 2.1. berikut menunjukkan daftar instuksi operation codes dari bahasa dan bahasa assembly.
| Instuction Op Code | Assembly Mnemonic | Remarks | |
| 00 | STOP | ||
| 01 | ADD | Operand pertama yang diasumsikan sebagai akumulator | |
| 02 | SUB | ||
| 03 | MULT | ||
| 04 | LOAD | Memanggil akumulator | |
| 05 | STORE | Menyimpan akumulator ke dalam lokasi storage | |
| 06 | TRANS | Mentransfer kontrol ke alamat yang disebutkan | |
| 07 | TRIM | Mentransfer hanya jika akumulator < 0 | |
| 08 | DIV | Membagi akumulator dengan isi lokasi storage | |
| 09 | READ | Membaca kartu pada lokasi storage | |
| 10 | PRINT | Mencetak isi lokasi storage | |
| 11 | LIR | Memanggil index register dengan 3 digit terakhir dari storage operand | |
| 12 | IIR | Menaikkan index register dengan 3 digit terakhir dari storage operand | |
| 13 | LOOP | Mengurangi index register, jika isi baru . 0 kemudian sama denan TRANS | |
2. Symbolic operand specification. Penamaan simbol diasosiasikan sebagai suatu data atau instruksi. Operand lebih menunjukkan symbolic reference dibandingkan dengan alamat mesin suatu data atau instruksi. Hal ini akan mempermudah pada saat harus dilakukan modifikasi program.
3. Declaration of data/storage area. Data dapat dinyatakan dalam notasi desimal. Ini dilakukan untuk mencegah konversi secara manual dari konstanta ke dalam representasi internal mesin. Sebagai contoh :
-5 menjadi (11111010)2 atau 10.5 menjadi (41A80000)16
Suatu statement bahasa assembly mempunyai bentuk umum sebagai berikut :
[Label] Menmonic OpCode Operand [operand…]
Tanda kurung siku menunjukkan isi di dalamnya boleh digunakan atau tidak dalam statement tersebut, sebagai contoh : label bersifat optional. Jika label digunakan, hal tersebut menujukkan suatu symbolic name akan dibuat dalam machine word untuk keperluan assembly statement. Bila digunakan lebih dari satu operand, digunakan tanda “koma” untuk memisahkannya. Jika digunakan index, nomor index register ditunjukan dalam sebuah simbol, seperti contoh berikut :
AGAIN LOAD NUMBER(4)
Dimana ‘4’ menunjukkan register yang memiliki index. AGAIN diasosiasikan dengan instruksi mesin yang dihasilkan untuk statement LOAD.
Pemrograman Sistem 1 Assembler
Gambar 2.2 berikut ini mengilustrasikan program bahasa mesin yang dipersamakan dengan bahasa assembly.
| 100) + 09 0 114 101) + 11 4 114 102) + 04 0 115 103) + 05 0 117 104) + 05 0 116 105) + 04 0 117 106) + 03 0 116 107) + 05 0 117 108) + 04 0 116 109) + 01 0 115 110) + 05 0 116 111) + 13 4 105 112) + 100 117 113) + 00 0 000 114) 115) + 00 0 001 116) 117) | AGAIN A ONE TERM RESULT | START READ LIR LOAD STORE STORE LOAD MULT STORE LOAD ADD STORE LOOP PRINT STOP DS DC DS DS END | 100 A 4, A ONE RESULT TERM RESULT TERM RESULT TERM ONE TERM 4, AGAIN RESULT 1 ‘1’ 1 1 |
(a) (b)
Gambar 2.2. (a) program bahasa mesin (b) Eguivalent program bahasa assembly
Program assembly mengenal tiga jenis statement : (i) imperative statement (ii) declarative statement (iii) assembler directive statement.
Imperative Statement
Statement imperative dalam bahasa assembly ditunjukan dengan suatu tindakan yang dikerjakan selama eksekusi program assembly. Karena itu setiap statement imperative ditranslasikan ke dalam instruksi mesin.
Format instruksi :
Sign Opcode Index Operand
egister address
Declarative Statement
Statement declarative dalam bahasa assembly menunjukkan konstanta atau storage area pada suatu program. Sebagai contoh :
A DS 1
secara sederhana storage area sebesar 1 word ditunjukkan dengan sebuah label A. DS di sini menunjukkan Declare Storage (DS).
Suatu konstanta dideklarasikan melalui Declare Constant (DC) statement, contohnya :
ONE DC ‘1’
maksud dari statement di atas adalah label ONE berisi konstanta 1. Programmer dapat mendeklarasikan kontanta dalam desimal, binary, hexadesimal, dsb. Assembler akan mengkonversi bentuk tersebut ke dalam bentuk internal yang tepat.
Beberapa assembler sering pula menggunakan’literal’ khususnya pada konstanta yang dipakai sebagai operand, seperti contoh berikut :
Pemrograman Sistem 2 Assembler
ADD ONE ADD = ‘1’
- -
- -
ONE DC ‘1’
Penggunaan tanda “=” pada posisi awal suatu operand menunjukkan sebuah literal. Nilai konstanta yang ditulis dengan cara demikian sama dengan nilai yang dihasilkan bila menggunakan statement DC.
Assembler Directive
Statement jenis ini tidak merepresentasikan instruksi mesin ke dalm suatu objek program atau mengalokasikan storage untuk konstanta atau variable program. Sebaliknya, statement ini secara langsung mengarahkan assembler untukmengambil alih aksi selama proses assembling program. Statement ini digunakan untuk menunjukkan bagaimana input program assembly dibentuk, sebagi contoh : START 100
statement tersebut merupakan kata pertama dari objek program yang dibuat oleh assembler untuk menempatkan lokasi mesin pada alamat ‘100’. Begitupula dengan statement : END, yang mengindikasikan tidak ada lagi bahasa statement bahasa assembly yang akan diproses.
2.2. Proses Assembly
Untik membangun skema proses translasi dari satu bahasa ke bentuk lainnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengindentifikasikan tugas-tugas dasar yang harus dikerjakannya dalam proses translasi tersebut.
2.2.1. Proses Translasi
Secara umum model proses translasi dapat direpresentasikan sebagai berikut :
Analysis of + Synthesis of = Translation from
Source Text Target Text Source Text to Target Text
Model di atas diterapkan untuk mentranslasikan dari sautu bahasa pemrograman ke bentuk lain, translasi dari satu bahasa natural (Inggris, Perancis) ke bentuk coding / decoding pesan rahasia. Untuk mengaplikasikan model di atas, kita perlu menentukan komponen-komponen yang dibutuhkan selama proses analisis dan sintesis.
Dalam fase analisis, focus perhatian kita adalah kepada penentuan arti dari source text. Untuk memahami arti dari source text tersebut, kita mengetahui aturan yang membentuk source text tersebut. Dalam aturan struktur tatabahasa (grammar), dikenal istilah syntax dan semantic. Perhatikan statement berikut :
AGAIN LOAD RESULT + 4
Dalam statement di atas, AGAIN menunjukkan label field, LOAD menunjukkan opcode mnemonic field dan RESULT + 4 menunjukkan operand field. Bila kita melihat lebih dalam lagi ke dalam operand field, kita dapat menukan bahwa RESULT + 4 adalah expression operand yang valid dan sesuai dengan aturan bahasa. Dalam bahasa assembly, aturan penulisan suatu statement sangat sederhana. Pembahasan mengenai tata bahasa akan dilanjutkan pada materi-materi berikutnya.
Dalam fase sintesis, dilakukan pemilihan machine operation code yang sesuai dengan mnemonic LOAD dan menempatkannya pada machine instruction opcode field. Evaluasi korespondensi pengalamatan dilakukan untuk operand expression ’RESULT + 4’ dan menempatkannya pada alamat dari machine instruction.
Pemrograman Sistem 3 Assembler
2.2.2. Skema Sederhana Assembly
Fase Analysis
- Mengisolasikan / memisahkan label, mnemonic operation code dan operand field yang ada pada statement
- Memasukkan simbol yang ditemukan pada label field dan alamat yang akan dituju machine word ke dalam Symbol table.
- Melakukan validasi menmonic operation code dengan melihat pada Mnemonic table
- Menentukan alamat yang dibutuhkan statement berdasar pada mnemonic operation code dan operand field pada statement. Proses penghitungan alamat awal machine word mengikuti target code yang dibangkitkan untuk statement tersebut (Location Counter (LC) processing)
Fase Syntesis
- Menghasilkan machine operation code yang berkorespondensi dengan mnemonic operation code yang telah dicari pada mnemonic table
- Menghasilkan alamat operand dari Symbol table
- Melakukan sintesa instruksi machine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar